Puan Maharani Nyatakan Tak Ada Instruksi Ganjar Kritik Pemerintahan Jokowi

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px

Puan Maharani Nyatakan Tak Ada Instruksi Ganjar Kritik Pemerintahan Jokowi

Senin, 20 November 2023



JAKARTA, JMI - Ketua DPP PDI
Perjuangan Puan Maharani menyatakan tak ada instruksi PDI-P kepada calon
presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo untuk menyampaikan kritik pada
pemerintahan Presiden Joko Widodo.



Menurutnya, kritik itu disampaikan
Ganjar secara pribadi dan berbasis data aktual.



“Enggak ada instruksi. Hal-hal
seperti itu disampaikan Pak Ganjar selaku capres. Pasti beliau menyampaikan hal
itu karena punya data yang memang beliau harus sampaikan atau disampaikan,”
ucap Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/11/2023).



Ia mengatakan, PDI-P juga akan
melihat apakah berbagai kritik yang dilontarkan Ganjar berpengaruh pada tingkat
elektabilitasnya.



“Ini akan menjadi evaluasi bagi kami
PDI-P untuk bisa melihat secara baik dan secara jelas,” sebut dia.



“Apakah hal itu memang harus
dievaluasi atau tidak. Artinya terkait dengan substansi yang akan disampaikan
Pak Ganjar,” kata dia lagi.



Saat ini, Puan menekankan PDI-P akan
tetap bertahan di pemerintahan Jokowi. Baca juga: Ganjar Pranowo Tinjau Rumah
Warga Tak Layak Huni di Sorong



Menurutnya, selama ini partai
berlambang banteng itu juga selalu menyampaikan kritik ke Jokowi.



“Walaupun kritik itu disampaikan
secara langsung atau tidak kepada pemerintah dengan tujuan bagaimana pemerintah
dalam melakukan kinerjanya itu bisa memperbaiki diri,” imbuhnya.



Adapun Ganjar saat ini sering
menyampaikan narasi kritis pada pemerintah.



Situasi itu terjadi setelah sejumlah
elite PDI-P merasa Jokowi sudah tak sejalan lagi dengan partainya.



Pasalnya, Jokowi merestui Gibran
Rakabuming Raka menjadi pendamping Prabowo Subianto di Pemilihan Presiden
(Pilpres) 2024.



Terbaru, Ganjar memberikan skor 5
pada penegakan hukum di era pemerintahan Jokowi.



Alasannya, banyak intervensi hingga
rekayasa yang dilakukan para pemangku kebijakan.



"Rekayasa dan diintervensi.
Yang membikin kemudian intervensi menjadi hilang, yang imparsial menjadi
parsial," tutur Ganjar dalam acara Ikatan Alumni (IKA) Universitas Negeri
Makassar (UNM) di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (18/11/2023).



Sumber : Kompas