Korupsi Tol MBZ Rangka Beton Diganti Baja, Aman Dilewatin Nggak ?

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px

Korupsi Tol MBZ Rangka Beton Diganti Baja, Aman Dilewatin Nggak ?

Kamis, 23 November 2023



Jakarta, JMI - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono buka
suara soal penggunaan rangka baja di tol layang Jakarta-Cikampek (Japek) alias
MBZ (Mohammed Bin Zayed). Pernyataan tersebut merupakan respons dari
pemberitaan yang menyebut Tol MBZ seharusnya menggunakan rangka beton.

Diketahui, sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) mengatakan, pergantian rangka
dari beton ke baja merupakan salah satu modus dari kasus korupsi proyek Tol MBZ
pada periode 2016-2017. 

Meski demikian, Basuki memastikan, penggunaan
rangka baja pada Tol MBZ tidak menimbulkan risiko buruk untuk konstruksi jalan.
Sebab, kata dia, rangka tersebut sudah melalui uji sertifikasi.

"Kalau baja, yang (Tol) Tomang itu baja. Jadi enggak ada masalah antara
baja dengan beton. Di Tomang itu baja, mana lagi? Cikunir? Baja kan?" ujar
Basuki di Kompleks Parlemen, Jakarta Selatan, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu
(22/11).

"Menurut kami dari Kementerian PUPR, enggak ada risiko. Itu udah diuji
oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Sudah ada
sertifikasinya," sambung dia.

Selain itu, dia memastikan, Tol MBZ sudah sesuai standar keamanan. Dia
menjelaskan, pemilihan rangka beton atau baja tergantung pada teknis atau
kebutuhan.



"Kalau teknis enggak ada masalah. Itu pilihan teknis. Bisa beton, bisa
baja. Hanya pilihan teknis. Kalau baja akan lebih cepat dikerjakan,"
ungkapnya.



Sebelumnya, Kasubdit TPPU Direktorat Penyidikan Jampidsus, Haryoko Ari Prabowo
Kejaksaan Agung (Kejagung) RI membeberkan modus kecurangan kasus korupsi
pembangunan Tol MBZ tahun 2016-2017.



Haryoko menjelaskan, aksi korupsi tersebut dilakukan para tersangka dengan
mengurangi spesifikasi atau volume proyek. Kata dia, proyek jalan layang yang
seharusnya dibangun dengan menggunakan rangka beton itu justru diubah menjadi
rangka baja.



"Rencananya memang diawal pakai beton, kemudian diubah menjadi baja,"
kata Haryoko.



Pewarta : Detik